/ IKN / Berita Properti /

Proyek Rusun ASN di IKN Capai Rp382 Miliar di Tahun 2026

Pemerintah kucurkan Rp382,5 miliar untuk 22 tower rusun ASN di IKN tahun 2026. Simak detail konstruksi, teknologi aluform, dan dampaknya bagi pasar properti di sini

Oleh Handoko waktu baca 8 menit
Proyek Rusun ASN di IKN Capai Rp382 Miliar di Tahun 2026
Pemerintah kucurkan Rp382,5 miliar untuk 22 tower rusun ASN di IKN tahun 2026 Gambar:Proyek Rusun ASN di IKN. Sumber: brantas-abipraya

Penajam Paser Utara, Propertimedia – Transformasi Ibu Kota Nusantara dari sebuah rancangan besar di atas kertas menjadi realitas fisik yang fungsional kini memasuki babak krusial pada tahun dua ribu dua puluh enam. Fokus utama pemerintah saat ini tidak hanya terpusat pada kemegahan Istana Garuda, melainkan pada pemenuhan kebutuhan dasar bagi para penggerak roda pemerintahan yang akan segera berpindah: hunian bagi Aparatur Sipil Negara atau ASN. Melalui kucuran anggaran sebesar tiga ratus delapan puluh dua koma lima miliar rupiah, pembangunan dua puluh dua menara rumah susun atau rusun ASN resmi menjadi salah satu proyek strategis yang dipacu penyelesaiannya sepanjang tahun anggaran berjalan ini.

 

Langkah masif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Presiden Prabowo Subianto dalam mengakselerasi IKN Fase Kedua periode dua ribu dua puluh lima hingga dua ribu dua puluh sembilan. Dalam arsitektur ekonomi nasional yang kini dipandu oleh prinsip Sumitronomics, IKN diposisikan sebagai laboratorium masa depan yang memadukan kedaulatan politik dengan kemandirian infrastruktur hijau.  Penyaluran dana sebesar tiga ratus delapan puluh dua koma lima miliar rupiah ini bukan sekadar angka konstruksi, melainkan sinyal bagi para pelaku industri properti bahwa ekosistem kehidupan perkotaan di Kalimantan Timur tengah dibangun secara serius dan terukur.

 

Arsitektur Anggaran Perumahan IKN di Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam

Penyaluran anggaran untuk rusun ASN ini berada di bawah naungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atau PKP. Berdasarkan pagu indikatif tahun anggaran dua ribu dua puluh enam, Kementerian PKP mendapatkan alokasi total sekitar sepuluh koma delapan triliun rupiah, di mana porsi untuk hunian vertikal di IKN menjadi salah satu prioritas utama untuk menjamin kesiapan pemindahan ASN, TNI, dan Polri. Anggaran sebesar tiga ratus delapan puluh dua koma lima miliar rupiah tersebut difokuskan pada penyelesaian dua puluh dua menara yang sebelumnya telah dimulai konstruksinya, guna memastikan bangunan tersebut laik fungsi sebelum gelombang besar perpindahan pegawai pemerintah dimulai.

 

Secara administratif, pengelolaan kawasan ini juga didukung oleh Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran atau DIPA Otorita IKN sebesar enam triliun rupiah yang telah resmi diturunkan pada awal Januari dua ribu dua puluh enam.  Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa dana tersebut akan mengalir pada pemeliharaan aset, pengelolaan infrastruktur dasar, serta penguatan sumber daya manusia di kawasan tersebut. Sinergi anggaran antara kementerian teknis dan Otorita IKN menjadi kunci utama agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan.

 

Pemerintah juga mulai membuka keran pendanaan non-APBN yang lebih luas melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU dengan nilai proyeksi mencapai enam puluh triliun rupiah.5 Skema ini ditujukan untuk melengkapi fasilitas komersial dan perumahan bagi masyarakat umum di sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP, sehingga IKN tidak hanya menjadi kota bagi para birokrat, tetapi juga tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang inklusif.

 

Teknologi Aluform dan Kecepatan Konstruksi Menara ASN

Salah satu keunggulan teknis yang menjadi sorotan dalam pembangunan menara ASN di IKN tahun dua ribu dua puluh enam adalah penggunaan teknologi aluform atau sistem bekisting aluminium.  Teknologi ini memungkinkan proses pencetakan struktur beton bangunan dilakukan secara lebih presisi, efisien, dan cepat dibandingkan metode konvensional. Direktur Jenderal Perumahan, Iwan Suprijanto, menjelaskan bahwa penggunaan aluform merupakan strategi untuk mengejar target penyelesaian hunian yang sangat ketat.

 

Dengan teknologi ini, pengerjaan satu lantai pada menara rusun dapat diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat, sehingga target penyelesaian dua puluh dua menara dalam kurun waktu efektif di tahun dua ribu dua puluh enam dianggap sangat realistis. Selain kecepatan, penggunaan produk dalam negeri menjadi syarat mutlak dalam setiap kontrak kerja konstruksi di IKN, sejalan dengan semangat penguatan industri domestik yang dicanangkan pemerintah.

 

Menara-menara ini didesain dengan konsep compact living, di mana setiap unit apartemen memiliki luas minimal sembilan puluh delapan meter persegi. Di dalam setiap gedung, pemerintah tidak hanya menyediakan ruang tinggal, tetapi juga dua lantai podium yang akan difungsikan sebagai fasilitas pendukung seperti klinik kesehatan, pusat kebugaran, apotek, day care, serta area komersial mikro untuk memenuhi kebutuhan harian para penghuni. Pendekatan hunian vertikal ini diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan lahan di KIPP IKN yang mengusung konsep kota hutan berkelanjutan.

 

Peran BUMN Konstruksi dalam Proyek Hunian ASN Empat

PT Brantas Abipraya (Persero) menjadi salah satu aktor utama di balik kemajuan fisik hunian di jantung nusantara. Melalui proyek bertajuk Hunian ASN Empat, perusahaan konstruksi pelat merah ini menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi pembangunan yang berkelanjutan. Proyek ASN Empat ini melibatkan pembangunan delapan menara rusun yang dirancang dengan standar kualitas tinggi guna menampung para pegawai pemerintahan dengan kenyamanan yang setara dengan apartemen komersial kelas menengah-atas di Jakarta.

 

Keberhasilan Brantas Abipraya dalam proyek ASN Empat diharapkan menjadi inspirasi bagi proyek-proyek pembangunan lainnya di seluruh Indonesia, terutama dalam hal penerapan standar keselamatan kerja dan pengelolaan dampak lingkungan selama masa konstruksi. Sinergi antara BUMN konstruksi lainnya seperti WIKA yang membangun jalan dan terowongan pintar di markas yudikatif semakin mempertegas bahwa infrastruktur IKN dibangun dengan teknologi paling mutakhir di tanah air.

 

Bagi para investor, keterlibatan kontraktor-kontraktor besar nasional dengan rekam jejak solid memberikan rasa aman terhadap keberlangsungan proyek ini. Keyakinan investor juga diperkuat dengan kepastian regulasi mengenai Hak Atas Tanah atau HAT di IKN yang kini dapat diberikan hingga total sembilan puluh lima tahun untuk Hak Guna Usaha dan delapan puluh tahun untuk Hak Guna Bangunan.

 

Dinamika Pasar Properti di Balikpapan sebagai Kota Penyangga

Meski IKN terus bersolek dengan anggaran triliunan rupiah, dampak pembangunan ini terhadap wilayah penyangga seperti Balikpapan menunjukkan dinamika yang menarik untuk dicermati. Berdasarkan hasil survei harga properti residensial Bank Indonesia, pasar properti di Kota Minyak Balikpapan sempat mengalami perlambatan pertumbuhan pada akhir tahun dua ribu dua puluh lima. Nilai penjualan properti residensial baru di Balikpapan tercatat turun tajam hingga empat puluh empat koma sembilan puluh delapan persen secara tahunan.

 

Perlambatan ini disinyalir terjadi karena sebagian besar calon pembeli masih bersikap menunggu (wait and see) terhadap perkembangan ekosistem perkotaan di IKN yang belum sepenuhnya terbentuk secara komersial. Namun, dari sisi kualitas kredit, terjadi perbaikan signifikan di mana kontraksi kredit properti mulai melandai, menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Balikpapan masih ada, namun lebih selektif dalam memilih unit.

 

Para pengembang di Balikpapan kini mulai mengubah strategi dengan fokus pada penyediaan rumah tipe menengah dan kecil yang lebih terjangkau di kisaran harga lima ratus juta hingga satu miliar rupiah. Seiring dengan rencana beroperasinya Bandara Internasional Nusantara untuk penerbangan komersial pada tahun dua ribu dua puluh enam, pasar properti di koridor Balikpapan-IKN diprediksi akan kembali bergairah, terutama untuk sektor pergudangan dan logistik yang kini mulai banyak diminati investor.

 

IKN Sebagai Kota Hutan Berkelanjutan dan Implementasi ESG

Visi Ibu Kota Nusantara tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kelestarian ekologis. Tahun dua ribu dua puluh enam ditandai dengan pengoperasian penuh Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST Satu yang dilengkapi dengan teknologi waste to energy. Teknologi ini memastikan bahwa limbah dari ribuan penghuni baru IKN tidak akan mencemari lingkungan, melainkan diolah kembali menjadi sumber energi terbarukan.

 

Selain itu, Otorita IKN secara masif melibatkan warga dan pengunjung dalam gerakan menanam pohon di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, khususnya di Ruang Terbuka Hijau Plaza Yudikatif.  Hal ini selaras dengan preferensi pasar properti nasional saat ini, di mana berdasarkan riset pasar, sebanyak delapan puluh empat persen calon konsumen mulai mempertimbangkan aspek keberlanjutan atau standar Environmental, Social, and Governance (ESG) sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

 

Komitmen terhadap konsep smart and green ini juga terlihat dari pembangunan jalan dan infrastruktur di kawasan legislatif serta yudikatif yang menelan biaya hingga tiga triliun rupiah.  Infrastruktur ini didesain tidak hanya untuk kendaraan bermotor, tetapi juga sangat ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda, menciptakan pola hidup sehat bagi para birokrat masa depan yang akan menetap di sana.

 

Keberlanjutan Pembangunan dan Optimisme Indonesia Emas Dua Ribu Empat Puluh Lima

Pembangunan dua puluh dua menara rusun ASN dengan anggaran tiga ratus delapan puluh dua koma lima miliar rupiah ini merupakan bukti konkret bahwa titik balik pembangunan Indonesia telah bergeser ke arah timur. Dengan dukungan kuat dari Badan Anggaran DPR RI yang telah mengamankan dana IKN sebesar empat puluh delapan koma delapan triliun rupiah untuk periode lima tahun ke depan, kekhawatiran mengenai mangkraknya proyek ini kian menipis.

 

IKN pada tahun dua ribu dua puluh enam telah bertransformasi menjadi laboratorium hidup bagi inovasi konstruksi, tata kelola lingkungan, dan efisiensi birokrasi. Bagi para pelaku industri properti, ini adalah waktu yang tepat untuk mulai memetakan peluang di kawasan-kawasan penunjang serta ikut serta dalam pengembangan ekosistem komersial yang akan melengkapi kebutuhan ribuan ASN yang akan pindah.

 

Keberhasilan IKN akan menjadi tolak ukur bagi visi Indonesia Emas dua ribu empat puluh lima. Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah yang konsisten, penggunaan teknologi konstruksi modern, serta partisipasi aktif sektor swasta, Nusantara siap menyongsong statusnya sebagai ibu kota politik yang tidak hanya membanggakan secara visual, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan lestari secara ekologi.

 

 Sumber & Referensi:

  • Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP): Laporan Alokasi APBN untuk Rusun IKN dan Target Program 3 Juta Rumah.
  • Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN): Update Pembangunan IKN Fase II dan Implementasi DIPA 2026.
  • PT Brantas Abipraya (Persero): Progres Proyek Hunian ASN 4 dan Inovasi Konstruksi Berkelanjutan.
  • Bank Indonesia (BI): Survei Harga Properti Residensial (SHPR) dan Indeks Harga Properti Balikpapan 2026.
  • Setkab RI / Sekretariat Negara: Perpres Nomor 79 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN.
  • Kantor Berita ANTARA: Berita Peresmian Fasilitas TPST Berbasis Waste to Energy di Nusantara.
  • Kompas IKN: Analisis Dampak Ekonomi dan Pembangunan Infrastruktur Strategis Kalimantan Timur.
propertimedia.com

Artikel Terkait