/ Nasional / Berita Properti /

Listing dengan Video Raih Inquiry 403 Persen Lebih Tinggi, Tren Video Marketing Properti 2025

Mengulas kekuatan video marketing properti yang meningkatkan inquiry hingga 403 persen, data ROI Meta Ads 352 persen, serta urgensi inovasi di era digital.

Oleh Handoko waktu baca 11 menit
Listing dengan Video Raih Inquiry 403 Persen Lebih Tinggi, Tren Video Marketing Properti 2025
Memasuki tahun 2025, integrasi antara konten visual yang dinamis dengan teknologi pemasaran digital telah menciptakan sebuah standar baru yang sangat terukur dalam mendongkrak minat beli masyarakat. Sumber Foto: Oxoliving, Bali

Mengulas kekuatan video marketing properti yang meningkatkan inquiry hingga 403 persen, data ROI Meta Ads 352 persen, serta urgensi inovasi di era digital.

 

Malang, Propertimedia - Dunia properti sedang menyaksikan perubahan radikal dalam cara konsumen berinteraksi dengan calon hunian mereka. Jika dahulu sebuah iklan baris di media cetak atau selembar brosur kertas sudah dianggap cukup untuk memicu ketertarikan, kini standar pencarian informasi telah bergeser sepenuhnya ke ranah digital yang bersifat imersif. Fenomena ini bukan lagi sekadar tren pelengkap, melainkan tulang punggung strategi bagi setiap pelaku industri real estat yang ingin tetap kompetitif. Memasuki tahun 2025, integrasi antara konten visual yang dinamis dengan teknologi pemasaran digital telah menciptakan sebuah standar baru yang sangat terukur dalam mendongkrak minat beli masyarakat.

 

Salah satu data paling mengejutkan yang dirilis oleh National Association of Realtors (NAR) menunjukkan bahwa listing properti yang dilengkapi dengan pengalaman video mendapatkan inquiries atau pertanyaan dari calon pembeli hingga 403 persen lebih banyak dibandingkan dengan listing yang hanya mengandalkan foto statis. Angka ini memberikan pesan yang sangat jelas bahwa mata konsumen modern kini lebih menginginkan narasi visual yang bercerita, yang mampu memberikan gambaran ruang secara nyata sebelum mereka memutuskan untuk melakukan kunjungan fisik. Di Indonesia, transformasi ini kian diperkuat dengan adopsi teknologi PropTech yang semakin masif serta pergeseran demografis pembeli yang kini didominasi oleh milenial dan generasi Z yang mahir teknologi.

 

Kekuatan Narasi Visual dalam Membangun Kepercayaan

Keunggulan video dibandingkan gambar statis terletak pada kemampuannya untuk memangkas jarak psikologis antara produk dan konsumen. Melalui video, pengembang tidak hanya menyajikan struktur bangunan, tetapi juga memvisualisasikan gaya hidup dan kenyamanan yang ditawarkan di dalam hunian tersebut. Video memungkinkan calon pembeli untuk memahami aliran sirkulasi ruangan, detail material yang digunakan, hingga pencahayaan alami yang masuk ke dalam unit secara lebih transparan. Transparansi visual inilah yang kemudian berubah menjadi mata uang kepercayaan yang sangat berharga di pasar properti yang penuh dengan ketidakpastian.

 

Lebih lanjut, penggunaan konten video berdurasi pendek di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram terbukti sangat efektif dalam membangun keterikatan atau engagement yang mendalam. Algoritma platform ini cenderung lebih menyukai konten video yang autentik dan informatif, sehingga memungkinkan pengembang untuk menjangkau audiens yang jauh lebih luas tanpa harus terikat oleh batasan geografis. Data industri menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen pencarian properti kini dimulai melalui perangkat seluler, yang menuntut optimasi teknis situs web dan media sosial agar selalu responsif dan cepat dalam menyajikan aset visual berkualitas tinggi.

 

Strategi Digital Marketing Properti: Analisis Data ROI Meta Ads

Efektivitas pemasaran digital dalam industri properti Indonesia dapat divalidasi secara kuantitatif melalui studi kasus nyata. Berdasarkan riset terbaru pada sektor pengembang nasional, penggunaan platform iklan berbayar seperti Meta Ads telah menunjukkan pertumbuhan Return on Investment (ROI) yang sangat luar biasa. Tercatat bahwa efektivitas pemasaran digital mampu mendorong lonjakan ROI hingga menyentuh angka 352,94 persen pada tahun 2024, sebuah kenaikan drastis jika dibandingkan dengan capaian tahun 2023 yang berada di level 170,89 persen.

 

Hal yang paling menarik dari temuan data tersebut adalah bahwa peningkatan ROI ini justru terjadi di tengah upaya perusahaan dalam melakukan efisiensi atau pengurangan anggaran iklan tertentu. Ini membuktikan bahwa keberhasilan dalam meraih angka penjualan yang fantastis bukan ditentukan oleh besarnya biaya promosi semata, melainkan oleh presisi penargetan audiens dan kualitas konten yang disajikan. Penargetan demografis yang berfokus pada kelompok usia 30 hingga 55 tahun, yang sebagian besar menduduki posisi manajemen menengah hingga atas, terbukti menjadi segmen pasar yang paling responsif dan memiliki daya beli nyata terhadap produk properti.

 

Membedah Fondasi Penjualan: Perspektif Arif Budiarto

Meskipun data digital menunjukkan pertumbuhan yang menggairahkan, terdapat tantangan sistemik yang sering kali luput dari pandangan para pelaku industri. Arif Budiarto, atau yang akrab disapa Budi Arto, seorang praktisi pemasaran digital senior yang telah malang melintang menangani berbagai proyek prestisius seperti Begawan Apartment dan BTU New Malang City, memberikan sebuah catatan kritis yang sangat reflektif bagi industri ini. Menurutnya, banyak pengembang yang gagal bukan karena kualitas produk mereka, melainkan karena fondasi sistem penjualannya yang tidak kokoh.

 

“Banyak developer punya produk bagus, lokasinya oke, tapi tumbang karena sistemnya berantakan,” ucap Budi Arto pelan, dalam sebuah diskusi yang nyaris seperti refleksi mendalam daripada sebuah keluhan. Ia menemukan pola yang berulang di mana banyak proyek gagal karena para pengembang langsung melompat ke penggunaan iklan digital secara masif tanpa terlebih dahulu memahami alur penjualan, segmentasi pasar yang tepat, hingga kesiapan tim internal dalam menangani prospek atau leads yang masuk. Akibatnya, biaya promosi membengkak secara tidak terkontrol, namun angka konversi penjualan tetap berada di level yang mengecewakan.

 

Budi Arto secara tegas menyatakan bahwa yang harus dibenahi pertama kali bukanlah iklannya, melainkan cara berpikir jualannya. Baginya, iklan hanyalah sebuah alat bantu atau tool, bukan merupakan fondasi bisnis. Salah satu gagasan fundamental yang sering ia ulang adalah mengenai pentingnya membangun ekosistem digital sebagai aset jangka panjang. Ia mengkritik fenomena di mana banyak pengembang selama ini hanya sebatas “menyewa audiens” melalui platform iklan berbayar. “Begitu iklan berhenti, penjualan ikut berhenti. Itu bukan aset, itu ketergantungan,” katanya menegaskan. Ia mendorong para pengembang untuk mulai membangun kanal mandiri, mulai dari pengelolaan media internal hingga basis data konsumen yang terukur dan berkelanjutan.

 

Tuntutan Inovasi: Peran PT Macan Asia Digital

Sejalan dengan urgensi transformasi tersebut, industri properti membutuhkan katalisator teknologi yang mampu menjembatani kebutuhan masa kini dengan inovasi masa depan. PT Macan Asia Digital hadir sebagai salah satu perusahaan yang secara khusus berfokus pada penyediaan solusi teknologi dan inovasi di ekosistem properti nasional. Perusahaan yang bergerak sebagai akselerator transformasi digital ini membantu korporasi dan pengusaha dalam meningkatkan ketahanan bisnis mereka melalui integrasi sistem informasi yang canggih di era Revolusi Industri 4.0.

 

Saat ditemui oleh tim redaksi Propertimedia.com, Direktur Utama Macan Asia Digital, Zulfadly Syam, menegaskan bahwa adopsi teknologi di sektor properti bukan lagi merupakan sebuah pilihan opsional, melainkan sebuah tuntutan yang mutlak. Menurut pandangannya, teknologi dan inovasi di industri properti kini adalah sebuah tuntutan seiring berubahnya tren serta kebutuhan di era digital yang semakin dinamis. Keberhasilan pengembang di masa depan akan sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam mengintegrasikan berbagai instrumen teknologi, mulai dari sistem pembayaran atau payment gateway yang transparan hingga penggunaan kecerdasan buatan untuk menganalisis tren perilaku pembeli secara lebih presisi.

 

Dinamika Pasar Lokal: Studi Kasus Pertumbuhan di Malang

Pasar properti regional, khususnya di wilayah Jawa Timur, memberikan gambaran yang sangat menarik mengenai bagaimana perpaduan antara lokasi strategis dan strategi digital mampu memberikan imbal hasil yang progresif. Kota Malang kini telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi investasi properti paling menarik berkat pengembangan infrastruktur dan kehadiran institusi pendidikan ternama.3 Kawasan seperti Kedungkandang, yang didukung oleh akses langsung menuju Tol Sawojajar, telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru atau yang sering disebut sebagai star investment zone.

 

Contoh nyata kesuksesan di wilayah ini dapat dilihat pada perumahan Bulan Terang Utama (BTU) New Malang City. Sejak dikembangkan pada tahun 2011, kawasan mandiri seluas 150 hektar ini telah mencatat kenaikan nilai properti yang sangat signifikan, yakni mencapai lebih dari 370 persen dalam kurun waktu 13 tahun.  Kenaikan harga rumah tipe tertentu dari angka awal sekitar Rp88 juta menjadi kisaran Rp416 juta di tahun 2025 merupakan bukti nyata kekuatan nilai investasi jangka panjang kawasan tersebut.  Kesuksesan BTU juga tidak lepas dari kepemimpinan tim pemasaran digital yang mampu menjangkau pembeli dari berbagai kota seperti Surabaya, Jakarta, hingga Sidoarjo melalui kanal komunikasi digital yang tepercaya.

 

Teknologi Imersif: 3D Virtual Tour dan Matterport

Loncatan teknologi berikutnya yang kini menjadi standar baru dalam pemasaran properti modern adalah penggunaan 3D Virtual Tour. Teknologi ini memungkinkan calon pembeli untuk melakukan survei unit secara mendalam tanpa harus hadir secara fisik di lokasi proyek. Berdasarkan survei Matterport, sekitar 90 persen calon pembeli menyatakan akan lebih tertarik untuk membuka listing properti yang menyediakan fasilitas tur virtual 3D. Fasilitas ini memberikan kenyamanan bagi konsumen untuk menjelajahi setiap sudut ruangan melalui kembaran digital atau digital twin yang sangat akurat.

 

Kehadiran teknologi tur virtual ini tidak hanya menghemat waktu bagi konsumen, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional bagi tim pemasaran pengembang. Teknologi ini bertindak sebagai saringan awal yang menyaring calon pembeli yang benar-benar serius dari mereka yang hanya sekadar melihat-lihat. Selain itu, integrasi Augmented Reality (AR) mulai digunakan untuk memvisualisasikan staging furnitur secara digital pada unit kosong, sehingga pembeli dapat membayangkan potensi estetika dan fungsionalitas ruang dengan lebih baik tanpa harus mengeluarkan biaya dekorasi fisik yang mahal.

 

Standarisasi Keahlian: Sertifikasi BNSP dan Pilot Drone

Transformasi digital yang masif menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Seorang praktisi pemasaran digital di industri properti kini didorong untuk memiliki standar kompetensi profesional yang diakui secara nasional. Di Indonesia, skema sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang merujuk pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) menjadi tolok ukur kredibilitas para praktisi. Setidaknya terdapat 14 unit kompetensi inti yang harus dikuasai, mulai dari merencanakan riset merek hingga menyusun rencana pemasaran digital yang terukur.

 

Selain kompetensi pemasaran, keahlian teknis khusus seperti pengoperasian drone juga menjadi kebutuhan vital untuk memberikan sudut pandang udara yang komprehensif bagi calon pembeli. Namun, penggunaan drone secara komersial di Indonesia wajib mematuhi regulasi keselamatan penerbangan sipil. Setiap pilot drone profesional diwajibkan memiliki Remote Pilot Certificate (RPC) yang diterbitkan oleh instansi berwenang melalui portal SIDOPI. Sertifikasi ini menjamin bahwa setiap pengambilan gambar udara dilakukan secara legal dan aman, yang sekaligus memperkuat aspek legalitas pemasaran di mata konsumen dan regulator.

 

Dampak Kebijakan Fiskal dan Optimisme Ekonomi 2026

Gairah industri properti menuju tahun 2026 juga didukung oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil di kisaran 5,5 persen. Secara historis, pertumbuhan sektor properti di Indonesia memiliki tingkat elastisitas atau growth elasticity sebesar 1,5 hingga 1,7 kali lipat terhadap pertumbuhan ekonomi makro. Artinya, dengan ekonomi yang tumbuh di level 5,5 persen, sektor properti berpotensi melesat di angka 8 hingga 10 persen, menciptakan momentum kebangkitan atau booming yang telah lama dinantikan para pelaku pasar.

 

Dukungan pemerintah melalui kebijakan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP sebesar 100 persen hingga akhir tahun 2026 menjadi amunisi tambahan yang menjaga momentum pertumbuhan tersebut. Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90 Tahun 2025, pemerintah membebaskan pajak untuk pembelian rumah tapak dan apartemen baru siap huni dengan batasan harga tertentu, yang secara efektif menurunkan total beban biaya awal bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun kelas menengah. Sinergi antara insentif pajak, suku bunga acuan atau BI Rate yang diprediksi stabil di level 4,75 persen, serta kemudahan akses KPR dengan rasio LTV hingga 100 persen menciptakan iklim investasi yang sangat kondusif bagi pertumbuhan industri perumahan nasional.

 

Keamanan Data dan Implementasi UU PDP

Di tengah segala kemudahan digital yang ditawarkan, isu mengenai pelindungan data pribadi menjadi perhatian yang sangat fundamental bagi industri properti. Mengingat transaksi properti melibatkan pengumpulan sejumlah besar data sensitif konsumen—mulai dari identitas pribadi hingga profil keuangan—kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) menjadi harga mati. Pengembang dan broker diwajibkan untuk mengelola informasi konsumen dengan standar keamanan tinggi guna mencegah risiko peretasan atau penyalahgunaan data.

 

Kepercayaan digital atau digital trust kini telah menjadi bagian integral dari citra merek perusahaan. Perusahaan yang mampu menunjukkan transparansi dalam pengelolaan data dan mematuhi prinsip privacy by design akan mendapatkan loyalitas konsumen yang lebih kuat di pasar yang semakin tersegmentasi. Dalam ekosistem pembayaran digital, penggunaan payment gateway yang telah mengantongi sertifikasi keamanan internasional menjadi standar wajib yang harus dipenuhi untuk menjamin setiap transaksi keuangan pembeli berjalan secara aman dan akuntabel.

 

Harmonisasi Teknologi dan Strategi Berkelanjutan

Sebagai penutup, dominasi video marketing dan berbagai instrumen teknologi properti lainnya telah mendefinisikan ulang wajah industri real estat di Indonesia. Angka kenaikan inquiry hingga 403 persen melalui video serta lonjakan ROI digital sebesar 352 persen merupakan data empiris yang menegaskan bahwa efisiensi ekonomi masa kini terletak pada kematangan digital para pelakunya. Namun, teknologi hanyalah separuh dari resep keberhasilan. Separuh lainnya terletak pada integritas sistem penjualan, pemahaman psikologi pasar lokal, serta kepatuhan terhadap standar kompetensi dan regulasi yang berlaku.

 

Masa depan industri properti Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan para pengembang dalam menyeimbangkan antara kecepatan inovasi digital dengan kekuatan fondasi bisnis yang berkelanjutan. Seperti yang diingatkan oleh Arif Budiarto, pengembang yang paling sukses bukanlah mereka yang sekadar mampu menggelontorkan anggaran iklan terbesar, melainkan mereka yang mampu membangun ekosistem digital mandiri dan menjaga kepercayaan konsumen melalui transparansi visual dan keamanan data yang terjamin. Dengan sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah, inovasi praktisi, dan dukungan infrastruktur teknologi, industri properti nasional tetap akan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tangguh di masa depan.

 

Sumber dan Referensi:

 

propertimedia.com

Artikel Terkait