/ Surabaya / Berita Properti /

Tren Hunian Sehat dan Wellness Space Mulai Merambah Pasar Surabaya

Warga Surabaya kini lebih melirik hunian berkonsep wellness dan berkelanjutan. Simak tren rumah sehat, proyek hijau di Surabaya Barat, dan dampaknya bagi pasar 2026.

Oleh Handoko waktu baca 9 menit
Tren Hunian Sehat dan Wellness Space Mulai Merambah Pasar Surabaya
Salah satu pengembang yang paling progresif dalam merespons tren hunian sehat di Surabaya adalah Bhakti Tamara Group melalui proyek unggulannya, Royal Residence. Sumber Foto: Royal Residence

Warga Surabaya kini lebih melirik hunian berkonsep wellness dan berkelanjutan. Simak tren rumah sehat, proyek hijau di Surabaya Barat, dan dampaknya bagi pasar 2026.

 

Surabaya, Propertimedia  – Pergeseran paradigma mengenai fungsi rumah tinggal kini tengah terjadi secara masif di kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, Surabaya. Memasuki tahun dua ribu dua puluh enam, kriteria pencarian properti oleh masyarakat tidak lagi hanya terbatas pada lokasi yang strategis atau harga yang kompetitif. Terdapat satu variabel baru yang menjadi penentu utama dalam pengambilan keputusan pembelian, yakni faktor kesehatan dan kesejahteraan atau yang kini populer disebut sebagai konsep wellness living.

 

Tren hunian sehat dan penyediaan wellness space kini bukan lagi sekadar pelengkap fasilitas perumahan elit, melainkan sudah merambah ke berbagai segmen pasar di Surabaya dan wilayah penyangganya seperti Sidoarjo serta Gresik. Perubahan perilaku konsumen ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan kualitas hidup pascapandemi yang menuntut ruang tinggal dengan sirkulasi udara optimal, pencahayaan alami yang melimpah, serta integrasi dengan area hijau yang luas. Bagi para pengembang di Jawa Timur, fenomena ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk meluncurkan produk inovatif yang selaras dengan aspirasi pasar masa kini.

 

Momentum Kebangkitan Properti Hijau di Jantung Jawa Timur

Berdasarkan data riset pasar terbaru, minat calon konsumen terhadap properti hijau dan sehat di Indonesia menunjukkan angka yang sangat signifikan. Survei menunjukkan bahwa sekitar delapan puluh empat persen responden kini mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan kesehatan lingkungan sebelum memutuskan untuk membeli aset tak bergerak. Di Surabaya, tren ini tercermin dari tingginya permintaan terhadap klaster-klaster yang mengusung tema eco-friendly dan healthy environment.

 

Pertumbuhan ini juga didukung oleh kondisi makroekonomi yang relatif stabil dan kebijakan pemerintah yang akomodatif. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran lima koma dua persen hingga lima koma empat persen pada tahun dua ribu dua puluh enam, daya beli masyarakat Surabaya untuk segmen hunian menengah-atas tetap terjaga. Hal ini memberikan kepercayaan diri bagi para pengembang besar untuk merealisasikan megaproyek yang fokus pada kualitas lingkungan demi menarik minat keluarga muda dan profesional sukses yang semakin peduli pada gaya hidup sehat.

 

Strategi Royal Residence Surabaya dalam Mengembangkan Ekosistem Wellness

Salah satu pengembang yang paling progresif dalam merespons tren hunian sehat di Surabaya adalah Bhakti Tamara Group melalui proyek unggulannya, Royal Residence. Terletak di kawasan Surabaya Barat yang dikenal sebagai episentrum hunian mewah, Royal Residence secara konsisten menerapkan desain kawasan dengan rasio lima puluh banding lima puluh antara area residensial-komersial dan area hijau.  Pendekatan ini memastikan setiap penghuni memiliki akses yang sangat luas terhadap ruang terbuka hijau dan udara segar di tengah kepadatan kota.

 

Memasuki tahun dua ribu dua puluh enam, Royal Residence Surabaya semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir hunian wellness melalui pengembangan Klaster Organica. Klaster ini didesain khusus untuk memenuhi ekspektasi tertinggi konsumen yang mendambakan keseimbangan antara arsitektur modern dan lingkungan alami yang asri. Selain Klaster Organica, pengembangan area komersial di dalam perumahan juga diarahkan untuk membangun ekosistem yang lebih hidup namun tetap sehat. Pihak manajemen bahkan telah menyiapkan lahan seluas lebih dari satu hektare untuk pengembangan kawasan kuliner atau food festival yang akan mengedepankan konsep terbuka dan asri.

 

Langkah Royal Residence dalam memperbanyak area komersial di dalam kawasan perumahan bertujuan untuk menciptakan keramaian atau traffic yang sehat bagi penghuni. Dengan adanya fasilitas komersial yang terintegrasi, penghuni tidak perlu bepergian jauh ke pusat kota untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya, yang secara tidak langsung mengurangi beban polusi udara dan meningkatkan kualitas waktu bersama keluarga. Hal ini selaras dengan konsep pembangunan kota mandiri yang berkelanjutan di mana setiap kebutuhan dasar dapat dijangkau dalam jarak tempuh yang singkat.

 

Ekspansi Kawasan Biru dan Hijau di Surabaya Barat

Selain fokus pada penghijauan, elemen air atau blue space juga mulai diintegrasikan sebagai bagian dari fasilitas kesehatan mental penghuni. Proyek Palacio di Royal Residence Surabaya, misalnya, hadir sebagai hunian boulevard dengan pemandangan danau yang menyejukkan. Pemandangan air secara psikologis diyakini dapat mereduksi tingkat stres dan memberikan ketenangan bagi masyarakat urban yang memiliki ritme kerja tinggi di Surabaya.

 

Tidak hanya Royal Residence, pengembang besar lainnya seperti Ciputra Group juga terus memperkuat portofolio hunian premium mereka di Surabaya Barat. Proyek CitraLand Surabaya kembali menghadirkan klaster premium Golf Peak yang terletak di dataran tinggi dengan pemandangan lapangan golf yang hijau dan luas.  Keberadaan fasilitas olahraga seperti lapangan golf dan jalur pedestrian yang terintegrasi dengan alam menjadi daya tarik mutlak bagi konsumen kelas atas yang mengutamakan fasilitas kebugaran di depan pintu rumah mereka.

 

Konektivitas Sidoarjo sebagai Perpanjangan Hunian Sehat Surabaya

Keterbatasan lahan di pusat kota Surabaya mendorong pertumbuhan kawasan hunian sehat bergeser ke arah selatan, tepatnya di Kabupaten Sidoarjo. Natura Residences menjadi salah satu contoh sukses pembangunan kawasan penyangga yang mengadopsi konsep smart home dan eco-living.7 Dengan lokasi strategis yang hanya berjarak sepuluh menit dari Gerbang Tol Sidoarjo dan dekat dengan Bandara Internasional Juanda, proyek ini menjadi pilihan ideal bagi profesional Surabaya yang mencari lingkungan tinggal yang lebih tenang dan sehat.

 

Natura Residences mengedepankan desain arsitektur tropis modern yang memaksimalkan ventilasi dan pencahayaan alami di setiap sudut ruangan. Penggunaan infrastruktur modern seperti utilitas bawah tanah dan sistem drainase tertutup memastikan kawasan tetap tertata rapi dan bebas dari risiko banjir.  Selain itu, ketersediaan fasilitas bersama seperti taman tematik, area bermain anak, serta jogging track yang luas mendukung gaya hidup aktif penghuninya. Tren ini menunjukkan bahwa wellness living bukan lagi monopoli hunian di pusat kota, melainkan sudah menjadi standar kualitas baru bagi pengembangan kawasan di seluruh Jawa Timur.

 

Definisi Wellness Space dalam Arsitektur Properti 2026

Penerapan konsep hunian sehat pada tahun dua ribu dua puluh enam tidak hanya berhenti pada penyediaan taman hijau yang luas. Terdapat standar teknis arsitektur yang kini menjadi perhatian utama para arsitek dan pengembang. Salah satunya adalah penerapan konsep cross ventilation atau ventilasi silang yang memastikan sirkulasi udara di dalam rumah terus berganti tanpa bergantung sepenuhnya pada pendingin ruangan elektrik. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesehatan penghuni melalui udara segar, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

 

Selain sirkulasi udara, penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan juga semakin diminati. Material bangunan yang memiliki kandungan senyawa organik yang mudah menguap atau low VOC kini menjadi pilihan utama untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan tetap bersih.  Penggunaan teknologi smart home juga turut mendukung aspek keamanan dan kenyamanan, di mana penghuni dapat memantau kualitas udara, mengatur pencahayaan secara otomatis, hingga memastikan keamanan rumah melalui gawai mereka. Integrasi teknologi dan alam inilah yang menjadi karakteristik utama dari properti masa depan di Surabaya.

 

Dampak Ekonomi dan Kenaikan Nilai Investasi Properti Sehat

Investasi pada hunian berkonsep wellness terbukti memberikan nilai tambah yang lebih kompetitif dalam jangka panjang. Properti yang memiliki sertifikasi hijau seperti Greenship atau EDGE umumnya memiliki nilai jual dan harga sewa yang lebih stabil dibandingkan bangunan konvensional. Hal ini dikarenakan biaya operasional bangunan hijau cenderung lebih rendah berkat efisiensi energi dan manajemen air yang lebih baik.

 

Di Surabaya, harga properti di kawasan yang memiliki tata kelola lingkungan yang baik terus mengalami kenaikan yang konsisten. Sebagai contoh, rumah di Royal Residence Surabaya dengan fasilitas lengkap dan lingkungan asri ditawarkan dalam berbagai rentang harga yang mencerminkan kualitas premium kawasan tersebut.  Kemampuan pengembang dalam menjaga reputasi dan konsistensi pembangunan infrastruktur penunjang menjadi kunci utama dalam mendongkrak kepercayaan investor. Dengan pertumbuhan laba emiten properti yang diproyeksikan mencapai sepuluh koma lima persen pada tahun dua ribu dua puluh enam, instrumen properti sehat diprediksi akan menjadi aset primadona bagi para pemodal.

 

Tantangan Administratif dan Pentingnya Legalitas Kawasan

Meskipun gairah pasar terhadap hunian sehat sangat tinggi, para pengembang tetap menghadapi tantangan di sisi administratif dan perizinan. Implementasi kebijakan Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG serta persyaratan Sertifikat Laik Fungsi atau SLF seringkali menjadi hambatan dalam percepatan serah terima unit kepada konsumen. Ketidaklengkapan dokumen teknis atau desain yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang seringkali menyebabkan penundaan izin yang merugikan pengembang dan pembeli.

 

Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi terus berupaya melakukan sinergi dengan asosiasi pengembang seperti Realestat Indonesia atau REI Jawa Timur guna mempercepat proses perizinan melalui sistem digital terintegrasi. Kepastian hukum terkait tata ruang merupakan hal fundamental bagi keberlangsungan investasi properti di Surabaya. Tanpa legalitas yang jelas seperti SLF, bangunan tidak dianggap layak fungsi dan pengembang dilarang melakukan operasional secara resmi, yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sektor perumahan.

 

Penutup: Masa Depan Surabaya yang Lebih Hijau dan Berkelanjutan

Tren hunian sehat dan wellness space yang kini melanda pasar Surabaya merupakan sinyal positif bagi masa depan pembangunan kota di Indonesia. Rumah kini telah bertransformasi fungsinya, dari sekadar tempat berteduh menjadi tempat pemulihan kesehatan fisik dan mental bagi penghuninya. Pengembang yang mampu menyatukan konsep alam, teknologi cerdas, dan efisiensi energi akan menjadi pemimpin pasar dalam persaingan properti tahun dua ribu dua puluh enam dan seterusnya.

 

Bagi Anda para pencari hunian di Surabaya, memilih properti yang mengusung prinsip wellness adalah langkah investasi cerdas untuk masa depan keluarga. Dengan dukungan infrastruktur kawasan yang terus membaik serta regulasi pemerintah yang mendorong pembangunan gedung hijau, memiliki rumah impian yang sehat dan nyaman kini bukan lagi hal yang sulit diwujudkan. Surabaya kini tengah bersiap menyambut era baru peradaban urban yang lebih seimbang, berkelanjutan, dan memanusiakan setiap warga yang tinggal di dalamnya.

 

Sumber & Referensi:

  • Pemerintah Kota Surabaya: Laporan Sinergi Pembangunan Kawasan dan Komitmen Wali Kota Surabaya 2026.
  • DPD REI Jawa Timur: Outlook Pasar Properti Jatim 2026 dan Strategi Pengembang Regional.
  • PT Bhakti Tamara (Royal Residence): Masterplan Kawasan Hijau dan Rencana Ekspansi Komersial 2026.
  • PT Graha Mukti Indah (Natura Residences): Konsep Eco-Living dan Smart Home di Kawasan Sidoarjo.
  • Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI: Publikasi Green and Sustainable Building Indonesia.
  • Bank Indonesia & BRI-MI: Market Outlook dan Analisis Sektoral Properti Jawa Timur 2026.
  • Knight Frank Indonesia: Survei Proyeksi Minat Properti Hijau dan Kebutuhan Wellness Space.
  • Masterizin: Analisis Kendala Perizinan PBG dan SLF Properti di Jawa Timur.
propertimedia.com

Artikel Terkait