Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang Imlek 2577 memicu kenaikan okupansi hotel hingga 80 persen serta akselerasi transaksi vila di Bali dan Puncak.
Bali, Propertimedia - Industri properti dan pariwisata Indonesia menyambut pertengahan Februari 2026 dengan gairah yang luar biasa. Perpaduan antara momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan jadwal cuti bersama pada hari Senin sebelumnya, telah menciptakan masa libur panjang atau long weekend yang sangat ideal bagi pergerakan ekonomi domestik. Dalam kalender astrologi Tionghoa, tahun 2026 dikenal sebagai Tahun Kuda Api atau Bing Wu, sebuah simbol yang merepresentasikan kecepatan, semangat tinggi, dan pergerakan maju yang dinamis. Karakteristik ini tercermin nyata di lapangan, di mana mobilitas masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata dan investasi aset properti liburan mengalami akselerasi yang signifikan dibandingkan awal tahun sebelumnya.
Data yang dihimpun dari berbagai asosiasi industri menunjukkan bahwa sektor hospitality menjadi pihak pertama yang merasakan dampak langsung dari euforia ini. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI melaporkan bahwa tingkat keterisian kamar hotel di berbagai destinasi unggulan telah menyentuh angka rata-rata 80 persen sejak pekan kedua Februari. Namun, fenomena yang jauh lebih menarik bagi para pengamat industri adalah korelasi positif antara lonjakan okupansi hotel dengan meningkatnya minat beli terhadap unit vila dan properti resort. Masyarakat kelas menengah atas kini cenderung melihat properti liburan bukan sekadar sebagai tempat beristirahat, melainkan sebagai instrumen investasi produktif yang mampu menghasilkan pendapatan sewa atau yield yang sangat menarik di masa-masa puncak kunjungan seperti sekarang ini.
Kondisi ekonomi makro yang stabil turut memberikan fondasi yang kuat bagi optimisme pasar. Bank Indonesia secara konsisten mempertahankan suku bunga acuan atau bi rate pada level 4,75 persen, yang menjaga kepercayaan diri konsumen dalam mengambil fasilitas pembiayaan perumahan. Selain itu, perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP 100 persen untuk rumah siap huni hingga harga Rp5 miliar menjadi daya tarik tambahan bagi investor untuk segera mengamankan unit vila yang sudah tersedia di pasar. Pekan ketiga Februari 2026 ini seolah menjadi panggung unjuk gigi bagi ketahanan sektor properti nasional yang semakin inklusif dan berwibawa di tengah dinamika global.
Dominasi Bali dan Kebangkitan Destinasi Secondary
Pulau Dewata tetap memegang mahkota sebagai magnet utama kunjungan wisatawan selama libur Imlek 2026. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali yang telah mencatatkan rekor menembus angka tujuh juta orang di awal tahun memberikan efek pengganda yang luar biasa besar. Wilayah seperti Canggu, Uluwatu, dan Seminyak melaporkan okupansi hotel dan vila yang hampir mencapai kapasitas maksimal. Di Bali, tren penjualan vila mewah dengan konsep berkelanjutan atau sustainable luxury menjadi primadona baru. Investor mulai berburu unit yang menawarkan integrasi teknologi cerdas dan fitur wellness yang menonjolkan kedekatan dengan alam, sebuah standar baru yang diinginkan oleh para pengembara digital internasional.
Namun, yang mengejutkan adalah kebangkitan destinasi lapis kedua yang mulai menyaingi popularitas Bali dalam hal pertumbuhan persentase okupansi. Kota-kota seperti Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta juga melaporkan tingkat keterisian hotel yang menyentuh angka 80 persen. Di Jawa Timur, semarak lampion di Jalan Tunjungan dan berbagai pusat perbelanjaan di Surabaya memacu konsumsi rumah tangga di sektor kuliner dan akomodasi. Hal ini didorong oleh psikologi pasar Tahun Kuda Api yang menyukai kemeriahan dan aktivitas sosial yang terbuka. Peningkatan ini memberikan sinyal positif bagi pengembang properti komersial untuk terus melakukan ekspansi di kota-kota besar di luar Jakarta.
Geliat di daerah ini juga tidak terlepas dari suntikan ekonomi program strategis nasional. Kehadiran 14.004 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai kecamatan menciptakan pusat-pusat keramaian baru yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Injeksi dana program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp900 miliar per hari secara nasional telah meningkatkan daya beli masyarakat di tingkat kecamatan, yang pada gilirannya memberikan kontribusi tidak langsung terhadap industri pariwisata domestik. Masyarakat daerah kini memiliki kapasitas finansial yang lebih baik untuk menikmati fasilitas hotel dan restoran di wilayah mereka sendiri, menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih merata dan mandiri.
Penjualan Vila: Antara Gaya Hidup dan Aset Investasi
Melejitnya penjualan vila di bulan Februari 2026 menandai pergeseran gaya hidup masyarakat urban Indonesia. Rumah kedua atau second home kini tidak lagi dianggap sebagai beban biaya pemeliharaan, melainkan sebagai mesin pencetak uang. Banyak pemilik vila di kawasan Puncak, Bogor, dan Bandung yang memanfaatkan platform manajemen properti profesional untuk menyewakan unit mereka selama masa libur panjang. Pendapatan sewa harian yang melonjak hingga tiga kali lipat dari hari biasa selama perayaan Imlek menjadi bukti nyata bahwa properti resort adalah aset yang sangat likuid secara fungsional.
Pengembang di kawasan Puncak dan sekitarnya melaporkan peningkatan transaksi unit vila siap huni hingga 15 persen selama dua pekan terakhir. Mayoritas pembeli berasal dari keluarga muda profesional yang mencari pelarian dari kepenatan Jakarta namun tetap menginginkan aksesibilitas yang cepat. Kehadiran infrastruktur tol baru seperti Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sangat membantu mempermudah mobilitas menuju kawasan-kawasan peristirahatan ini. Dengan waktu tempuh yang semakin singkat, nilai lahan di kawasan sekitar pintu tol mengalami apresiasi yang stabil, menjadikannya lokasi yang sangat prospektif bagi investasi lahan jangka panjang.
Dari sisi desain, vila yang paling banyak diminati tahun ini adalah unit yang mengusung tema Contemporary Luxury dengan sentuhan interior yang hangat dan personal atau lived-in look. Penggunaan material alami seperti batu alam bertekstur, kayu berwarna gelap, dan bukaan jendela yang lebar untuk sirkulasi udara alami menjadi standar minimal bagi konsumen premium. Mereka menginginkan hunian yang mendukung kesehatan mental dan fisik, di mana setiap sudut ruang didesain untuk memulihkan energi atau berfungsi sebagai restorative space. Tren wellness real estate ini diperkirakan akan terus menguat sepanjang Tahun Kuda Api seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kualitas hidup yang seimbang.
Sinergi Kebijakan Fiskal dan Moneter di Awal Tahun
Keberhasilan sektor properti dan pariwisata dalam memanen cuan di libur Imlek ini tidak terlepas dari koordinasi kebijakan yang apik di tingkat pusat. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90 Tahun 2025 yang menjamin PPN DTP 100 persen bagi pembelian rumah baru memberikan dorongan psikologis yang kuat bagi masyarakat untuk tidak menunda transaksi. Banyak pengembang yang memanfaatkan momentum Imlek dengan memberikan tambahan hadiah atau Lucky Angpao berupa subsidi biaya akad atau bebas iuran pengelolaan lingkungan selama satu tahun bagi pembeli yang melakukan booking selama masa liburan ini.
Stabilitas moneter dengan bi rate di angka 4,75 persen juga menjadi faktor kunci. Meskipun inflasi material bangunan global atau greenflation sempat membayangi biaya konstruksi, namun daya beli masyarakat tetap terjaga berkat bunga KPR yang kompetitif. Perbankan nasional pun bersikap proaktif dengan meluncurkan program pembiayaan khusus untuk properti kategori resort dan vila, yang sebelumnya sering dianggap memiliki risiko lebih tinggi. Dengan adanya jaminan dari status kepegawaian yang stabil—termasuk pelantikan 32.000 PPPK Badan Gizi Nasional di awal bulan ini—basis nasabah perbankan semakin luas dan berkualitas, yang pada akhirnya memperlancar aliran kredit ke sektor properti.
Pemerintah juga terus mendorong penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan data pertanahan dan perizinan. Transformasi menuju sistem administrasi yang lebih transparan dan cepat sangat sesuai dengan energi Tahun Kuda Api yang menuntut efisiensi tinggi. Investor kini dapat dengan mudah memverifikasi aspek legalitas properti, seperti Sertifikat Layak Fungsi atau SLF dan ketersediaan kode identitas rumah yang terdaftar di BP Tapera melalui aplikasi di ponsel mereka. Transparansi ini sangat krusial untuk membangun kepercayaan investor, terutama bagi mereka yang berinvestasi dari jarak jauh tanpa harus melakukan survei fisik secara berulang kali.
Dinamika Hospitality di Kawasan Industri dan TOD
Fenomena melejitnya okupansi hotel pada Februari 2026 juga merambah ke kawasan-kawasan industri baru dan pengembangan berorientasi transit atau TOD. Seiring dengan beroperasinya 44 kawasan industri baru di seluruh Nusantara sebagai Proyek Strategis Nasional, kebutuhan akan akomodasi bagi para tenaga kerja profesional dan mitra bisnis internasional meningkat drastis. Hotel-hotel di sekitar kawasan industri di Kalimantan dan Sulawesi melaporkan peningkatan okupansi yang signifikan seiring dengan percepatan proyek hilirisasi mineral yang menjadi fokus utama Rencana Kerja Pemerintah 2026.
Di wilayah perkotaan, properti yang terintegrasi dengan moda transportasi massal atau TOD menjadi pilihan utama bagi wisatawan domestik yang ingin menikmati liburan kota tanpa stres akibat kemacetan. Apartemen sewa yang berfungsi sebagai pelengkap hotel di kawasan TOD mencatatkan kinerja yang sangat solid karena menawarkan fleksibilitas ruang dan harga yang lebih terjangkau bagi kelompok pelancong milenial. Pengembang kini mulai melengkapi unit-unit di kawasan TOD dengan fasilitas penunjang gaya hidup modern, seperti lapangan padel dan area kerja komunal, guna menyesuaikan dengan tren kebutuhan masyarakat tahun 2026.
Integrasi antara properti residensial, komersial, dan infrastruktur transportasi menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh terhadap fluktuasi musiman. Meskipun puncak kunjungan terjadi saat libur Imlek, namun keberadaan ekosistem TOD menjamin adanya aliran pendapatan yang berkelanjutan di hari-hari biasa. Inilah yang membuat sektor properti berbasis konektivitas tetap menjadi pilihan investasi yang paling resilien di mata para profesional keuangan dan manajer investasi di kuartal pertama tahun ini. Keberpihakan pemerintah pada pembangunan infrastruktur konektivitas telah terbukti menjadi mesin penggerak yang efektif bagi pemulihan ekonomi nasional secara menyeluruh.
Strategi Cerdas Pengembang Menjaring Pembeli
Menyikapi lonjakan permintaan selama libur panjang ini, para pengembang properti menerapkan strategi pemasaran yang sangat terukur. Alih-alih melakukan promosi massal yang bersifat hard selling, mereka lebih memilih pendekatan naratif yang menonjolkan nilai pengalaman atau experience. Pameran properti yang digelar di pusat-pusat perbelanjaan selama masa Imlek dikemas dengan sentuhan budaya yang kental, di mana calon pembeli diajak untuk merasakan suasana lingkungan perumahan melalui simulasi teknologi realitas virtual yang sangat canggih. Pengembang menyadari bahwa di Tahun Kuda Api, keputusan beli sering kali didasari oleh dorongan emosional yang kuat yang didukung oleh data finansial yang masuk akal.
Promo bertajuk kemakmuran dan keberuntungan menjadi nyawa dalam setiap kampanye penjualan. Pengembang menawarkan skema pembayaran yang lebih fleksibel, seperti cicilan bertahap tanpa bunga untuk jangka waktu tertentu atau program price lock untuk material bangunan bagi konsumen yang membeli unit dalam tahap pembangunan akhir. Strategi ini sangat efektif untuk memberikan rasa aman bagi pembeli di tengah bayang-bayang inflasi material konstruksi. Integritas pengembang dalam menjaga kualitas fisik bangunan dan ketepatan jadwal serah terima menjadi taruhan reputasi yang sangat mahal di era media sosial yang serba terbuka seperti sekarang ini.
Bagi investor, momentum libur Imlek adalah waktu terbaik untuk melakukan yield analysis secara langsung di lapangan. Dengan melihat tingginya okupansi di kawasan sekitar proyek yang diincar, investor mendapatkan bukti nyata mengenai potensi permintaan sewa di masa depan. Propertimedia.com menyarankan agar pembeli tetap kritis dalam memverifikasi klaim pengembang, terutama terkait aspek pengelolaan lingkungan pasca-serah terima. Keberadaan pengelola kawasan yang profesional menjadi jaminan bagi keberlangsungan nilai aset dan kenyamanan penghuni dalam jangka panjang. Investasi properti di Tahun Kuda Api membutuhkan keberanian untuk melompat, namun tetap dengan kendali perhitungan yang matang.
Menakar Keberlanjutan Tren Pasca-Libur Imlek
Pertanyaan besar yang muncul adalah apakah tren melejitnya okupansi dan penjualan ini akan berlanjut setelah masa liburan berakhir? Riset pasar menunjukkan bahwa fundamental ekonomi nasional yang tumbuh di angka 5,4 persen memberikan optimisme bahwa tren ini bukan sekadar gelembung sesaat. Kebutuhan riil akan hunian tetap tinggi, sementara sektor pariwisata Indonesia terus mendapatkan momentum dari pemulihan kunjungan turis China yang diproyeksikan akan terus meningkat hingga pertengahan tahun nanti. Sektor hospitality kini tengah bertransformasi dari sekadar penyedia akomodasi menjadi penyedia pengalaman hidup berkualitas yang terintegrasi dengan ekosistem digital.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan jaring pengaman regulasi melalui pembentukan Badan Percepatan Pembangunan Perumahan Rakyat atau BP3R yang akan mempercepat penyediaan lahan dan perizinan bagi proyek-proyek baru tanpa membebani APBN. Langkah inovatif ini, yang menggandeng dana investasi swasta dan Danantara, akan menjamin ketersediaan pasokan properti yang berkualitas bagi masyarakat luas. Dengan demikian, industri properti tidak lagi hanya bergantung pada momentum musiman, melainkan memiliki ritme pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan sepanjang tahun anggaran berjalan.
Kesimpulannya, minggu ketiga Februari 2026 telah menjadi bukti nyata dari kekuatan sinergi antara tradisi, kebijakan, dan inovasi dalam menggerakkan roda ekonomi nasional. Lonjakan okupansi hotel dan penjualan vila adalah indikator dari meningkatnya tingkat kepercayaan diri masyarakat Indonesia terhadap masa depan ekonomi mereka. Di Tahun Kuda Api yang penuh energi ini, kita melihat sektor properti dan pariwisata berlari kencang menjemput kemakmuran bersama. Bagi para pemangku kepentingan, keberhasilan di bulan Februari ini hanyalah awal dari rangkaian pencapaian besar yang akan terukir di sepanjang tahun 2026.
Sumber dan Referensi:
- Proyeksi okupansi hotel 80 persen saat Imlek 2026 bersumber dari pernyataan resmi Dewan Pengurus Daerah PHRI Jawa Timur dan PHRI DIY pada awal Februari 2026.
- Informasi mengenai perayaan Imlek 2577 Kongzili (Tahun Kuda Api) merujuk pada Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026.
- Statistik kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali yang menembus angka 7 juta orang didasarkan pada laporan akhir tahun BPS Provinsi Bali dan keterangan resmi Gubernur Bali.
- Data kebijakan moneter BI Rate 4,75 persen dan nilai tukar Rupiah mengacu pada Laporan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia periode Januari-Februari 2026.
- Informasi regulasi PPN DTP 100 persen untuk perumahan tahun 2026 merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90 Tahun 2025 (PMK 90/2025).
- Analisis tren desain interior Contemporary Luxury dan Wellness di sektor hospitality disarikan dari laporan pasar Knight Frank Indonesia dan Colliers Indonesia tentang outlook properti 2026.
- Keterangan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dampaknya bagi ekonomi lokal bersumber dari pernyataan resmi Kepala Badan Gizi Nasional dan Kementerian Keuangan.